Like_us

Facebook

Lokasi Distributor

Support Online

Product Consultant
Telephone number of Product Consultant 08179194445 (sms only)
Customer service
Telephone number of Customer service 021-8630277

Pembayaran

BCA KCP Gudang Peluru

No Rek:2721570900

an H Moh Irfan

 

PROMO BELANJA

Propolis Diamond

dalam satuan box / botol

dengan kartu kredit BCA

bisa dicicil selama 6 atau 12 bulan  bunga 0 %

transaksi hanya di kantor pusat atau COD (wilayah jakarta)  

 

Mandiri KCP Cipinang Jaya

No Rek: 006-000-624088-5

an H Moh Irfan

BNI Rawamangun

No Rek: 0155862401

an H Moh Irfan

Bank Rakyat Indonesia

Cabang Bidara Cina

No rek: 330-201-000-843-504

an H moh Irfan

 

 
Cikungunya PDF Print E-mail
Written by Dedy Nofriadi   
Tuesday, 13 July 2010 07:46

Chikungunya 

 

Wabah Chikungunya pertama kali dilaporkan pada tahun 1952 di Tanzania. Untuk Indonesia sendiri, kejadian luar biasa Chikungunya pernah terjadi beberapa kali di berbagai daerah seperti Yogyakarta, Muara Enim, Bogor, Bandung dan Tegal. Chikungunya mungkin tidak sepopuler demam berdarah. Masalahnya mungkin karena penyakit ini dianggap tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan yang spesifik.  Tapi yang perlu menjadi perhatian justru karena vektor pembawanya sama dengan penyakit demam berdarah yaitu nyamuk Aedes aegypti. Artinya, bila suatu daerah terserang wabah Chikungunya, potensi untuk terjadinya wabah demam berdarah juga cukup besar. Coba bayangkan bila ada penderita demam berdarah masuk ke daerah wabah chikungunya tersebut lalu nyamuk Aedes aegypti (yang berada di sana) menghisap darahnya lalu terbang untuk menghisap darah orang lain, kira-kira apa yang akan terjadi. Para penderita umumnya mengeluhkan nyeri sendi yang hebat bahkan postur tubuh penderita dapat sampai meringkuk karena nyeri sendi yang dialaminya tersebut.

 

Demam tinggi mendadak lebih dari 390C cukup umum terjadi. Ruam seperti bercak merah juga dapat terlihat di lengan dan tubuh. Sakit kepala, warna merah pada konjungtiva mata dan fotofobia ringan adalah gejala lain yang dapat menyertainya. Gejalanya memang dapat menimbulkan kekhawatiran karena terkadang bisa menyerupai kelumpuhan. Chikungunya pada anak-anak dapat memperlihatkan gejala yang berbeda. Nyeri sendi umumnya tidak terlalu nyata dan berlangsung dalam waktu yang lebih singkat. Ruam juga lebih jarang terjadi. Tetapi pada bayi dan anak kecil, kemerahan pada wajah dan munculnya ruam kemerahan dalam bentuk papel-papel (maculopapular) atau erupsi seperti biduran (urtikaria) dalam waktu yang lebih dini dapat menjadi penanda yang berguna. 

 

Chikungunya disebabkan oleh alphavirus yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Untuk membedakan dengan penyakit demam berdarah, dapat dilakukan tes serologi. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk Chikungunya dan umumnya penyakit ini akan membaik dengan sendirinya dalam waktu antara 1-7 hari. Pengobatan untuk mengurangi keluhan dapat diberikan, misalnya untuk menurunkan panas tubuh dan mengurangi nyeri sendi. Tapi sebelumnya kita tidak boleh lupa untuk melakukan penapisan terhadap kemungkinan penyakit lain yang lebih berbahaya. Penyakit Chikungunya memang tidak mematikan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Walau demikian, tidaklah tepat bila kita mengacuhkan wabah Chikungunya karena menganggapnya sebagai wabah yang tidak berbahaya. Wabah Chikungunya dapat merupakan peringatan dini terhadap kemungkinan terjadinya wabah demam berdarah. 

Saran penggunaan propolis diamond (PD) 10 tetes PD setiap 2 jam sekali sampai gejala reda

Last Updated on Tuesday, 11 October 2011 06:38