|
Asam urat / Gout / Encok Penyakit gout atau asam urat biasanya diderita oleh mereka yang produktif, namun usianya sudah menjelang senja. Penderita asam urat harus menghindari makanan yang berkadar purin tinggi. Olahraga ringan sebaiknya dilakukan secara rutin agar sendi-sendi dapat bergerak dan asam urat yang berada di dalamnya dapat keluar melalui keringat. Kadar asam urat harus dipantau dan diobati agar tetap stabil pada angka 5 mg. Penderita disarankan minum banyak air putih (sampai 2 liter air sehari). Selain bermanfaat mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh, juga berfungsi mengurangi risiko terkena gangguan ginjal. Encok atau gout berkembang dalam empat tahap, sebagai berikut: Asimptomatik Ini merupakan tahap awal dari gout, dimana kadar asam urat dalam darah meningkat tapi tidak menimbulkan gejala seperti artritis atau batu urat di saluran kemih. Selanjutnya encok akan menyebabkan tekanan darah tinggi dan sakit punggung yang cukup berat. Akut Serangan akut yang pertama kali datang dengan tiba-tiba dan cepat memuncak, yaitu berupa rasa nyeri yang hebat di pangkal jari kaki. Kulit di atas persendian yang sakit akan tampak kering, merah, dan panas bila diraba. Rasa nyeri tersebut mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam, tetapi perlahan-lahan akan sembuh spontan dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 14 hari. Interkritikal Pada tahap ini, penderita dapat kembali bergerak dengan normal dan melakukan berbagai aktivitas atau olahraga tanpa merasa sakit sama sekali. Meskipun rasa nyeri pada serangan pertama sudah hilang, bukan berarti penyakit itu sudah sembuh total. Biasanya beberapa tahun kemudian akan terjadi serangan kedua. Kronis Tahap ini akan terjadi bila penyakit gout terlalu diabaikan sehingga menjadi penyakit yang akut. Frekuensi serangannya akan meningkat 4-5 kali setahun tanpa disertai masa bebas serangan. Masa sakit menjadi lebih panjang, bahkan rasa nyeri akan berlangsung terus-menerus disertai dengan bengkak dan kaku pada sendi yang sakit. Timbunan urat umumnya banyak terjadi pada tulang rawan, selaput antar tulang, tendon, dan jaringan lunak. Asam urat yang berlebih dan tidak terkontrol sebenarnya bisa merambat dan merusak beberapa organ di dalam tubuh, yang akhirnya bisa mengakibatkan komplikasi seperti: Perkapuran sendi. Ini merupakan akibat adanya tophi (tofus atau timbunan natrium pada jaringan) yang terlalu banyak pada sendi-sendi, sehingga menyebabkan bantalan antar sendi tergerus dan tidak ada ruang antar tulang. Akibatnya, ujung tulang yang satu akan menempel dengan tulang lainnya dan menyebabkan rasa kaku atau sakit. Batu ginjal Sebenarnya ada dua kondisi kenapa rematik gout bisa muncul. Pertama, kondisi organ normal tapi produksi asam uratnya berlebih. Kedua, produksi asam urat normal tapi ada gangguan organ dalam, seperti ginjal. Gangguan organ ginjal akan mengakibatkan batu di dalam ginjal karena ginjal tidak mampu membuang asam urat yang berlebih. Gagal ginjal Bila kadar asam urat sudah tidak terkontrol dengan baik, ginjal akan mengalami kesulitan karena banyaknya asam urat yang mengendap dan menimbulkan kristal, yang lama-kelamaan bisa merusak ginjal itu sendiri. Tekanan darah tinggi Fungsi ginjal yang tidak baik akan menyebabkan berubahnya proses metabolisme tubuh, khususnya proses peredaran darah. Fungsi ginjal yang terganggu akan membuat aliran darah menjadi tidak normal, sehingga tekanan darah akan cenderung tinggi dan akhirnya dapat menimbulkan penyakit jantung koroner. Saran penggunaan propolis diamond (PD) Konsumsi Propolis Diamond mulai dari 3 tetes 3 kali sehari sebaiknya sebelum makan, selain itu wajib bagi penderita penyakit ini untuk konsumsi air putih hangat minimal 1 gelas setiap 1 jam. Jika terjadi tindak balas berupa sakit di sendi atau muncul bengkak, dosis dapat dikurangi, tetapi jangan menghentikan konsumsi Propolis diamond Anjuran Tambahan Bila kadar asam urat penderita lebih dari ukuran normal (di atas 7 mg/dl), dianjurkan menghindari makanan golongan A dan membatasi konsumsi makanan golongan B. Bahkan jika kadar asam urat penderita melebihi 10 mg/dl, dibarengi dengan pembengkakan sendi, sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung purin samasekali. Jenis makanan yang relatif aman untuk dikonsumsi yaitu yang masuk golongan C. Semua jenis karbohidrat seperti beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, gula, hunkwe, makaroni, mi, bihun, roti dan biskuit, boleh disantap. Sementara itu, jenis ikan tertentu, ayam, telur, tahu, tempe, dan oncom dibatasi maksimal 50 gr/hari. Daging dapat diganti dengan susu dan keju yang kandungan purinnya rendah. Bahan Pangan Golongan C (mengandung sekitar 0-15 mg purin dalam setiap 100 gram bahan): keju, susu, telur, oncom, dan sebagainya. Makanan lezat belum tentu menjadikan sehat. Jika Anda tak ingin gout menjemput, sebaiknya jangan asal menyantap. Pantangan Bahan Pangan Golongan A (mengandung 150-1.000 mg purin dalam setiap 100 gr bahan pangan): Hati, ginjal, otak, jantung, ginjal, paru, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging, ragi (tape), alkohol, makanan dalam kaleng. Bahan Pangan Golongan B (kadar purin sekitar 50-150 mg purin dalam setiap 100 gr bahan pangan): Daging sapi, ikan laut, kacang kering, bayam, kembang kol. Resep Alternatif (Bapak S Chander) Coba dalam 3 hari ; pilih yang mana berpeluang menyembuhkan: 1. Buah anggur dimakan dengan bijinya (dikunyah) 5 buah setiap hari 2. Juice nenas yang tua separuh, disaring dan airnya diminum 1 gelas setiap hari 3. Susu kedelai 1 gelas setiap hari
|